Random Post

.
Home » » Bank Mandiri Akan Akuisisi Century

Bank Mandiri Akan Akuisisi Century

Written By REDAKTUR on 23 November 2008 | 12:51 AM

Masuknya sejumlah petinggi Bank Mandiri dan mengambilalih manajemen Bank Century tak pelak memunculkan dugaan rencana akuisisi bank pelat merah itu. Apalagi Bank Mandiri sejak lama mengincar bank kecil.

Pada Jumat (21/11), BI mengumumkan pengambilalihan Bank Century oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Hal ini dilakukan karena pengambilalihan oleh investor bakal memakan waktu lebih lama.

Pemerintah juga menetapkan tiga orang petinggi Bank Mandiri sebagai pengurus baru Bank Century pasca pengambilalihan itu. Tim Pengelola atau manajemen baru itu dipimpin Maryono, yang menjabat Group Head Jakarta Network Bank Mandiri.

Masuknya para pejabat itu memunculkan dugaan ada agenda terselubung Bank Mandiri untuk mengakuisisi saham Bank Century. Apalagi Bank Century dari sisi performance tidak jelek-jelek amat.

Bank Century memang mengalami kekurangan rasio kecukupan modal setelah mereka mengalami penurunan nilai (deteriorisasi) aset. Namun dari sisi kinerja sebenarnya masih relatif baik.

Lihat saja kinerja per 30 September 2008, Bank Century yang mencatat penjualan Rp 956,72 miliar dengan laba bersih Rp 51,67 miliar. Bank Century juga memiliki aset cukup besar yakni Rp 15,23 triliun dengan kapitalisasi pasar Rp 1,42 triliun.

Sehingga Bank Century tetap memiliki daya tarik. Sebelumnya Grup Sinarmas juga berniat memiliki saham bank tersebut namun saat ini proses akuisisi terhenti sambil menunggu perbaikan kinerja.

Bukan tak mungkin jika Bank Mandiri juga tengah mengincar Bank Century. Bahkan dengan kehadiran pejabat Bank Mandiri, tentunya bisa lebih leluasa melihat jeroan Bank Century.

Akhir tahun lalu Bank Mandiri mengakuisisi PT Bank Sinar Harapan Bali dengan nilai Rp 80 miliar. Melalui akusisi ini, Bank Mandiri menguasai 80% kepemilikan bank yang berfokus pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tersebut.

Semula Bank Mandiri juga berniat mencaplok saham milik Temasek Holding di PT Bank Internasional Indonesia (BII) hingga 55,85% sebagai bagian dari pertumbunan non organik. Namun keinginan itu ditolak setelah Meneg BUMN Sofyan Djalil menegaskan bahwa pemerintah sudah terlalu banyak memiliki bank.

Terakhir Bank Mandiri juga tak jadi mengakuisisi Bank Indover yang kini dibekukan operasinya di Belanda. Tekad Bank Mandiri mencari bank yang akan diakusisi memang tak pernah surut.

Akuisisi ini merupakan strategi Bank Mandiri sebabai dominant multi specialist bank sehingga bisa menjadi regional champion bank. Bank Mandiri juga tidak khawatir dengan krisis global akan mengacaukan proses akuisisi.

Namun Bank Mandiri membantah akan mengambilalih Bank Century. “Tidak ada sedikit pun niat Bank Mandiri untuk mencaplok BCIC,” papar Agus Martowardojo, Dirut Bank Mandiri di Jakarta kemarin.

Ia menegaskan bank yang dipimpinnya sedikit pun tidak berniat mengambil alih kepemilikan saham Bank Century, sekalipun pucuk pimpinan jajaran direksinya berasal dari Bank Mandiri.

Menurutnya, penempatan bankir senior Bank Mandiri sebagai Direktur Utama Bank Century, merupakan tanggapan atas permintaan pemerintah dan BI. “Penempatan itu juga bukan berarti Bank Mandiri memberi komitmen dalam bentuk apa pun untuk menyelamatkan Bank Century," tandasnya.

Benar tidaknya rencana Bank Mandiri itu hanyalah waktu yang membuktikan. Tapi diakusisi atau tidak, yang penting kesehatan Bank Century kembali pulih sehingga tidak menimbulkan efek yang luas bagi perbankan nasional.
Share this article :

0 komentar:

.

.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. PROPUBLIK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger