Random Post

.
Home » » Momen Indah Pemimpin Bangsa Bersatu

Momen Indah Pemimpin Bangsa Bersatu

Written By REDAKTUR on 30 May 2009 | 4:31 AM


Sabtu, 30 Mei 2009, sepertinya merupakan hari yang begitu menggembirakan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kala itu, masyarakat negeri ini dipertontonkan tayangan indah dari para pemimpin negeri ini.

Di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), saat mengambil nomor urut calon presiden dan wakil presiden, para pemimpin bangsa ini, Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri, Wiranto, Prabowo, dan Boediono terlihat begitu ramah dan akrab.

Publik selama ini sepertinya disuguhkan betapa para pemimpin negeri ini terkesan kurang akur dan malah ada kesan 'dendam' tertentu diantara para elit. Beberapa media massa nasional, terutama elektronik begitu cepat menyajikan gambar visual ketika Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono berjabat tangan.

Kondisi itu sudah lama tidak terlihat dikeduanya, terutama setelah Susilo Bambang Yudhoyono mundur dari Kabinet Gotong Royong. Ia kemudian mengiklankan diri. Kemudian, ia mencalonkan diri untuk menjadi calon presiden dengan menggandeng Jusuf Kalla.

Setelah Susilo Bambang Yudhoyono terpilih menjadi presiden, seolah ada perseteruan antara dirinya dengan Megawati. Malah, di acara-acara resmi kenegaraan yang mengundang mantan presiden, Megawati tidak menghadirinya, termasuk Upacara Proklamasi Kemerderkaan Republik Indonesia.

Masyarakat Indonesia mulai dari Sabang sampai Meraoke, dengan adanya kondisi itu, tentunya disuguhkan dengan tontonan yang sebenarnya tidak patut. Jangan sampai di benak masyarakat timbul kesan, "Pemimpin negeri saja tidak akur, kok menyuruh rakyat akur?".

Tapi, setelah Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono berjabat tangan, seolah semua penilaian itu menjadi sirna. Meski terkesan kaku, kebekuan yang selama ini ada diharapkan sudah mulai mencair, dan benar-benar cair.

Semoga, siapapun nanti yang terpilih menjadi pemimpin bangsa ini, akan berusaha lebih arif dan bijaksana dalam mengelola negara ini. Juga jangan sampai hanya menumpuk utang serta menjual berbagai aset negara.
Share this article :

0 komentar:

.

.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. PROPUBLIK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger