Jum'at, 1 Februari lalu, hampir dua per tiga wilayah DKI Jakarta tergenang air. Tak terkecuali, Jalan Medan Merdeka dan protokol (Jalan Thamrin dan Sudirman). Akses tol ke bandara Soekarno-Hatta pun tak luput dari amukan air. Hujan yang begitu deras dari pagi hingga sore menjadi penyebabnya.
Genangan air yang terjadi di jalan-jalan strategis tersebut sepertinya menghentikan denyut nadi Ibu Kota Jakarta. Geliat bisnis maupun aktivitas pemerintahan seolah stagnan hari itu.
Malah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun terpaksa harus pindah mobil saat terjebak kemacetan. Nasib yang kurang beruntung juga dialami Kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Di sana air merendam halaman dan bagian belakang kantor.
"Mana ahlinya?". Pemerintah Propinsi DKI Jakarta tak mampu berbuat banyak. Fauzi Bowo sang gubernur pun malah terkesan menghindar dan tak mau disalahkan. Padahal, sewaktu kampanye dulu, Bang Kumis ini selalu bertepuk dada soal mengatasi banjir.
"Banjir, Tanyakan Ahlinya". Slogan kampanye tersebut seolah membius warga Jakarta, dan ternyata kini tinggal onggokan kata-kata yang tak bermakna lagi.
Ketika empuknya kursi gubernur sudah dinikmati, pengentasan masalah banjir seolah terlupakan. Pembuatan banjir kanal yang menghabiskan uang rakyat yang tidak sedikit seolah kehilangan fungsinya. Banjir masih saja terjadi.
Namun, tulisan ini tidaklah ingin menyalahkan pihak manapun. Mari, kita cari solusinya bersama-sama. Sewagai warga ibu kota, tentunya kita punya kewajiban moral untuk mencari jalan keluar permasalahan ini.
Salah satu yang saya anggap paling mudah dilakukan adalah dengan membersihkan selokan dan mengeruknya. Selokan yang ada di dekat tempat tinggal kita, seharusnyalah menjadi tanggung jawab kita. Mari dibersihkan dan digali lagi.
Sementara untuk selokan di jalan, maka seharusnya pemerintah setempat (kota hingga kelurahan) mengganggarkan untuk memperbaikinya. Selokan di samping kiri-kanan jalan harus difungsikan lagi sebagai salah satu tempat penampungan dan mengalirkan air ke sungai.
Bila selokan di kanan-kiri jalan maupun di lingkungkungan bersih dan lancar, pembuatan banjir kanal pun bisa ditunda. Air hujan tidak akan menggenang lagi di jalan, dan akan mengalir ke selokan. Banjir pun bisa diatasi.
Akankah kita mau memulainya???
Home »
» Selokan
Selokan
Written By REDAKTUR on 03 February 2008 | 11:36 PM
Related Articles
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.


0 komentar:
Post a Comment