Random Post

.
Home » » Usai Dilantik, Anggota Baru KPK Harus Buktikan Diri

Usai Dilantik, Anggota Baru KPK Harus Buktikan Diri

Written By REDAKTUR on 19 December 2007 | 4:26 AM


Lima anggota Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK disumpah oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/12). Dalam kaitan itu, Ketua KPK Antasari Azhar menegaskan belum mau bergerak cepat.

Mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki berharap KPK langsung tancap gas untuk memberantas korupsi karena semua sarana dan fasilitas untuk KPK telah tersedia. Ibarat mobil, KPK saat ini tinggal tancap gas dan masuk ke gigi lima. Tidak ada alasan untuk berlambat-lambat, kata Ruki mengibaratkan.

Namun, Ketua KPK yang baru disumpah, Antasari Azhar, belum mau bergerak cepat. Dia meminta masyarakat bersabar dan memberi waktu kepada anggota KPK yang baru dilantik untuk berkoordinasi. Saya mohon bersabarlah. Keputusan KPK itu keputusan kolektif, ujarnya.

Setelah pelantikan, Presiden pun berbicang-bincang dengan anggota KPK. Yudhoyono meminta konsistensi penegakan hukum pemberantasan korupsi dilanjutkan. Presiden lantas memanggil mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki. Dalam sorotan kamera televisi, Presiden kemudian memberi beberapa arahan.

Sementara itu, saat acara di Kantor KPK, suasana haru terjadi saat serah terima jabatan antara pimpinan KPK lama yang diketuai Taufiequrachman Ruki dan pimpinan KPK baru yang diketuai Antasari Azhar.

Saat tayangan video di layar besar menampilkan beberapa foto kegiatan pimpinan KPK lama, tepuk tangan meriah tak kunjung henti. Beberapa di antaranya terlihat menyeka air mata.

Saya sungguh terharu dan terpanggil karena Pak Taufieq cs mendapat aplaus meriah. Kami berpikir, apakah kami empat tahun ke depan mendapat aplaus seperti ini. Empat hari lalu kami berkumpul, meskipun belum dilantik, kami sudah membangun komitmen untuk terus berjuang memberantas korupsi. Jangan ragukan itu dan kami siap, janji Antasari dalam pidatonya.

Rakyat sudah tak sabar
Mantan Ketua KPK Taufiequrachman berpesan kepada pimpinan KPK baru. Tongkat estafet ini kami serahkan untuk diteruskan agar pimpinan KPK yang baru tetap meneruskan visi KPK yang bebas korupsi dengan misi penggerak perubahan. Jujur saja rakyat tidak sabar, ujarnya.

Beberapa pegawai KPK mengatakan sedih harus berpisah dengan kelima pimpinan KPK yang diketuai Taufiequrachman Ruki. Beberapa jaksa juga mengaku sedih berpisah dengan Tumpak Hatorangan Panggabean yang mereka kenal bijak dan menghargai perbedaan.

Sementara itu, Indonesia Corruption Watch mengingatkan KPK baru akan pekerjaan rumah mereka, yakni pemulihan penegakan hukum, pemulihan sektor ekonomi, dan pembersihan lembaga politik.

Di Bogor, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri membantah partainya bertanggung jawab atas terpilihnya Antasari sebagai Ketua KPK.

Bertanggung jawab itu dalam hal apa? Prosesnya itu juga yang harus dilihat. Pengajuan nama itu kan datangnya dari Presiden. Persoalannya, kalau mau ditolak semua, berarti kan harus diulangi lagi dari awal, padahal waktu KPK lama sudah selesai, ujar Mega. (INU/vin/A09)

Sumber: Kompas, 19 Desember 2007
Share this article :

0 komentar:

.

.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. PROPUBLIK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger